Kamis, 12 April 2012

KEPEMIMPINAN SILVIO BERLUSCONI


Berlusconi dilahirkan dalam sebuah keluarga menengah-atas di Milano. Ayahnya, Luigi, bekerja di sebuah bank kecil, Banca Rasini, dan pada tahun 1960-an ia menjadi manajer umum bank itu sebelum pensiun. Silvio adalah anak pertama dari tiga bersaudara; saudaranya adalah Maria Antonietta Berlusconi (lahir 1943) dan Paolo Berlusconi (lahir 1949), keduanya kini merupakan wiraswastawan. Silvio sangat bangga bahwa ayahnya memulai kariernya di Banca Rasini sebagai seorang pegawai dan pensiun sebagai manajer umumnya. Para hakim Palermo mengindikasikan bahwa Banca Rasini adalah satu di antara bank-bank yang dipergunakan oleh mafia untuk mencuci uang, menurut wawancara dengan Michele Sindona oleh Nick Tosches.
Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya di sebuah perguruan Salesian, yang ditempuhnya sambil bekerja sebagai pelayan restoran yang menyanyi, ia kemudian belajar hukum di Università Statale di Milano, lulus cum laude dengan tesis tentang aspek-aspek hukum periklanan pada 1961. Berlusconi tidak memasuki dinas militer selama setahun di ketentaraan yang merupakan kewajiban pada saat itu.
Ia tampaknya seperti ditakdirkan hidup untuk berbisnis. Sebagai generasi muda, Berlusconi mengenakan tarif masuk untuk pertunjukkan boneka. Di sekolah menengah, ia mengerjakan pekerjaan rumah untuk siswa lainnya yang kemudian dibayar menurut kualitasnya, yaitu naskah bernilai tinggi diberikan harga tinggi, sedang untuk naskah yang kurang sukses digratiskan.
Ketika belajar ilmu hukum di Universitas Milan, ia membayar uang kuliahnya dengan menjual vacuum cleaner, foto event-event sosial, dan membooking band suksesnya di kapal pesiar musim kemarau. Di universitas tersebut, Berlusconi berteman dengan Bettino Craxi. Ia menyelesaikan studinya pada usia 25 tahun dan ditawarkan sebuah posisi di bank oleh ayahnya yang juga bekerja di bank tetapi menolak. Yang dilakukannya justru mengharapkan bank tersebut meminjamkan dana untuk membiayai perusahaan konstruksi bernama Edilnord.
KARIR BISNIS
Karier bisnis Berlusconi dimulai dalam bisnis konstruksi pada tahun 1960-an. Ia mendirikan Edilnord pada tahun 1962 hingga menjadi perusahaan pengembang real estat yang sukses. Tahun 1969, Berlusconi membangun seluruh bagian utara kota Milano dengan memberikan nama Milano 2 yang pada akhirnya dihuni oleh sepuluh ribu orang. Mengakui khayalan masyarakat ideal dan terpesona pada “Utopia” More, ia berencana membangun kota sempurna. Tahun 1974, ia memperluas kerajaan bisnisnya dengan mendirikan Telemilano, yaitu sebuah stasiun televisi kabel yang melayani Milano 2.
KARIR POLITIK
Turun kelapangan
Pada awal tahun 1990-an, dua partai terbesar Italia, Kristen Demokrat (Democrazia Cristiana) dan Partai Sosialis (Partito Socialista Italiano) kehilangan kekuatan pemilih mereka karena sejumlah tuduhan hukum karena korupsi oleh sebagian anggota utama mereka(lihat skandal Mani Pulite). Hal ini menyebabkan dugaan bahwa pemilihan akan dimenangkan oleh Partai Demokratis Kiri, (sebelumnya bernama Partai Komunis Italia dan partai oposisi utama) dan sekutu-sekutu mereka dari koalisi Progresif, kecuali ada alternatif yang kuat: Berlusconi secara terbuka mengumumkan pada 26 Januari 1994 keputusannya untuk terjun ke dalam politik ("Turun ke lapangan", begitu kata-katanya) dengan platform yang dipusatkan pada upaya untuk mengalahkan komunisme. Ini disebabkan karena hanya beberapa minggu sebelum ia memutuskan terjun ke politik, skandal Mani Pulite hampir saja mengakibatkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan baginya dan untuk para pemimpin eksekutif kelompoknya.
Kemenangan dalam pemilu 1994
Berlusconi mendirikan Forza Italia hanya dua bulan sebelum pemilu 1994; ia membentuk dua aliansi pemilihan terpisah, dengan Liga Utara di sekolah-sekolah tinggi Italia utara, dan dengan pasca-fasisAliansi Nasional di tengah dan di selatan. Dalam suatu langkah yang pragmatis, ia tidak mengadakan persekutuan dengan Aliansi Nasional di Utara, karena Liga tidak menyukai mereka: Forza Italia kemudian bersekutu dengan kedua partai itu yang tidak bersekutu satu sama lain.
Berlusconi melakukan kampanye besar-besaran lewat iklan di ketiga jaringan TV-nya, dan ia memenangkan pemilu itu dengan Forza Italia menjadi partai yang menduduki peringkat pertama dengan 21% suara popular. Ia diangkat menjadi Perdana Menteri pada 1994, namun masa jabatannya singkat karena adanya berbagai kontradiksi di dalam koalisinya, antara Liga, sebuah partai regional dengan basis pemilih yang kuat di Italia utara, yang saat itu terombang-ambing antara posisi federalis dan separatis, dan Aliansi Nasional, sebuah partai nasionalis yang saat itu baru saja membuang referensinya terhadap ideologi dan lambang-lambang fasis.

Kejatuhan pemerintahan Berlusconi I

Pada Desember 1994, Liga Utara meninggalkan koalisi itu dengan alas an bahwa perjanjian sebelum pemilu tidak ditepati, dan memaksa Berlusconi untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan tekanan mayoritas partainya ke sisi tengah-kiri. Koalisi partai-partai oposisi (kini mencakup pula Liga) menggantikannya. Pada 1996, koalisi sementara yang dibentuk oleh Liga Utara dan kiri-tengah digantikan, setelah sebuah pemilu baru, dengan sebuah pemerintahan kiri-tengah (tanpa Liga) yang dipimpin oleh Romano Prodi.

Kemenangan dalam pemilu 2001

Pada 2001 Berlusconi kembali bertarung sebagai pemimpin koalisi kanan-tengah Casa delle Libertà (Wisma Kemerdekaan) yang meliputi Alleanza Nazionale, UDC (Demokrat Kristen), Lega Nord (Liga Utara) dan partai-partai lainnya. Keberhasilannya menjadikannya sekali lagi Perdana Menteri, dengan koalisinya memenangkan 45,4% suara untuk Dewan Perwakilan (Majelis Rendah Italia), dan 42,5% untuk Senat (Majelis Tinggi Italia).

Pemilu-pemilu berikutnya

Casa delle Libertà kurang berhasil dalam pemilu local 2003 dibandingkan dengan pemilu nasional 2001, dan, seperti di banyak kelompok yang memerintah lainnya di Eropa, dalam pemilu 2004 untuk Parlemen Eropa, memperoleh 43,37% dukungan. Dukungan Forza Italia juga menurun dari 29,5% menjadi 21,0% (pada pemilu Eropa 1999 Forza Italia mendapatkan 25,2%). Sebagai akibat dari hasil-hasil pemilu ini, partai-partai koalisi lainnya, yang hasil pemilunya lebih menggembirakan, meminta dari Berlusconi dan Forza Italia pengaruh yang lebih besar dalam garis politik pemerintahan.
Kabinet Berlusconi III
Dalam pemilu lokal terakhir (3 April dan 4 April 2005), kelompok oposisi Uni (sebelumnya dikenal dengan nama Pohon Zaitun) dengan mudah memenangkan 12 dari 14 wilayah yang menyelenggarakan pemilu; Koalisi Berlusconi hanya bertahan di dua wilayah, (Lombardy dan Veneto). Dua partai, (UDC dan NPSI) meninggalkan pemerintahan Berlusconi. Karena itu Berlusconi menyerahkan kepadaPresiden pembubaran pemerintahannya pada 20 April 2005, setelah sebelumnya ia ragu-ragu. Pada 23 April ia membentuk suatu pemerintahan baru dengan sekutu-sekutu yang sama, namun dengan beberapa perubahan menteri dan program. Sebuah hal utama yang dituntut oleh UDC (dan sampai batas tertentu oleh AN) adalah mengurangi focus pada pengurangan pajak yang sebelumnya telah diberikan pemerintah, karena hal ini dianggap tidak sesuai dengan situasi keuangan Italia.
Pilihan Berlusconi telah banyak dikritik: departemen kesehatan, yang sebelumnya dijabat oleh Girolamo Sirchia, seorang dokter terkenal, diserahkannya kepada Francesco Storace, yang hanya beberapa minggu sebelumnya dikalahkan dalam pemilu regional di Latium. Langkah controversial lainnya adalah pengangkatan Giulio Tremonti sebagai Wakil Perdana Menteri. Tremonti hanya beberapa tahun sebelumnya menjabat Menteri Ekonomi, namun dipaksa mengundurkan diri. Ia sangat didukung oleh Liga Utara, namun ditentang oleh UDC dan AN.
Kebijakan
Ketika mendirikan partai Forza Italianya dan terjun ke dalam politik, Berlusconi menyatakan dukungannya untuk "kebebasan, individu, keluarga, usaha, tradisi Italia, tradisi Kristen dan cinta-kasih bagi orang-orang yang lemah ". Forza Italia dapat dianggap sebuah partai yang liberal dalam masalah-masalah ekonomi, meskipun acuan kepada liberalisme lebih umum pada tahun-tahun pertama perkembangan partai itu daripada sekarang. Sebagian orang menganggap Forza Italia sebuah partai yang populis. Namun, Forza Italia resmi bergabung dengan Partai Rakyat Eropa pada 1999, dan secara teoretis memilih untuk diidentifikasikan sebagai sebuah partai Demokratik Kristen. Demokrasi internal di dalam partai sangat rendah dan perbedaan pendapat internal praktis tidak ada. Tidak ada faksi atau arus yang dikenal di dalamnya. Saat ini tiga konvensi partai telah diselenggarakan dan semuanya memutuskan untuk mendukung Berlusconi, dan pemilihannya kembali dengan suara mutlak. Setiap orang di dalam perangkat partai ditunjuk oleh Berlusconi sendiri: karena semua alasan ini, lawan-lawan politiknya menyebut Forza Italia "partai plastik".
Sejumlah sekutu Berlusconi, khususnya Lega Nord (Liga Utara) mendesak agar diberlakukan kontrol yang ketat dalam imigrasi dan untuk mendapatkan dukungan mereka, Berlusconi harus melakukan sejumlah perubahan kebijakan. Berlusconi sendiri sebetulnya enggan melakukan kebijakan-kebijakan itu setegas apa yang diinginkan oleh sekutu-sekutunya. Meskipun demikian, sejumlah langkah telah diambil, namun akibatnya kontroversial. Pemerintah, setelah memperkenalkan undang-undang imigrasi yang kontroversial ("Bossi-Fini", dari kedua nama pemimpin Lega Nord dan Alleanza Nazionale) berusaha mendapatkan kerja sama dari negara-negara Eropa dan Laut Tengah lainnya untuk menghadapi keadaan darurat karena besarnya jumlah imigran yang berusaha mencapai pantai-pantai Italia dengan menggunakan feri-feri tua dan yang terlalu padat serta kapal-kapal ikan, dengan mempertaruhkan (dan seringkali juga kehilangan) nyawa mereka.
Matt Frei dalam bukunya berjudul Italy The Unifished Revolution (1997) dan Martin Clark dalam bukunya yang berjudul Modern Italy 1871-1995 (1996) menyebutkan bahwa Berlusconi muncul pada saat rakyat Italia jenuh dan bosan dengan nama-nama seperti Liberal, Sosialis, Kristen Demokrat, atau Sosial Demokrat.
Tahun 1984, Berlusconi muncul dengan membawa partai baru bernama Forza Italia (Majulah Italia). Ia juga mengubah perusahannya menjadi partai dan menggerakkan para manajer di perusahaannya untuk turun ke lapangan melakukan kampanye politik. Para manajer perusahaannya juga dicalonkan menjadi anggota parlemen, meskipun mereka sama sekali belum pernah terjun ke panggung politik. Maka, muncullah para politisi dadakan, katrolan, dan politisi potong kompas. Sebelum terjun ke gelanggang mereka ditatar tentang seluk-beluk politik. Lahirlah bentuk baru politik, genre baru politik yang menyimpang dari perpolitikan Italia. Menurut sejarawan Inggris bernama EP Thompson, munculnya Berlusconi yang seorang raja media di saat partai-partai dan falsafah serta ideologi politik melahirkan bahasa baru dalam politik yang berdasarkan pada budaya televisi, bola, dan serba konsumsif. Dia juga pemilik klub sepak bola AC Milan dan tercatat salah satu orang terkaya di dunia menurut versi Majalah Forbes.
Keperibadian
Berlusconi dikagumi oleh sejumlah orang Italia karena sukses besarnya sebagai seorang pengusaha; mereka memujinya atas gagasan-gagasan yang mereka anggap inovatif dan semangat kewiraswastaannya. Namun lawan-lawannya menuding bahwa ia cenderung memusatkan kekuasaan pada diri pribadinya, dan hal ini tecermin dalam pengorganisasi partai Forza Italia. Lebih jauh, para kritikusnya seringkali menuduh sebagian besar sukses finansialnya pada hubungannya yang erat dengan para politikus yang belakangan terbukti korup (misalnya Bettino Craxi) atau bahkan terkait dengan Mafia. Kritik lainnya mengatakan bahwa ia terlalu reaktif terhadap serangan-serangan dari lawan-lawan politiknya. Hampir setiap orang setuju bahwa ia sangat peduli dengan penampilannya; pada Januari 2004, setelah spekulasi mendalam di media, ia mengakui bahwa ia telah menjalani operasi plastik.
Berlusconi selalu berusaha mempertahankan watak yang lembut, menyenangkan, dengan siapapun ia berbicara. Lawan-lawannya menanggapi ini sebagai kemunafikan, kaerna ia pun dapat menyampaikan pidato-pidato yang keras yang kadang-kadang cenderung mengandung kebencian, khususnya bila ia berbicara tentang kaum komunis. Ia terkenal karena sering menceritakan cerita-cerita lucu untuk menciptakan suasana yang santai, dan mencoba membuat setiap orang senang di hadapannya. Namun ia sangat berhati-hati untuk tidak menggunakan bahasa Italia yang tinggi, meskipun dengan sedikit aksen Milano, sementara para politisi sebelum 1992 cenderung berbicara dengan jargon yang sulit dimengerti.

sumber : 

Rabu, 11 April 2012

Demo Buruh Bekasi

VIVAnews - Bekasi lumpuh. Hingga sore ini, massa ribuan buruh masih memblokir sebagian ruas jalan, termasuk jalan tol Jakarta-Cikampek. 


Menanggapi aksi tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar meminta kepada seluruh demonstran untuk memberikan kesempatan kepada Bupati dan gubernur serta para pengusaha untuk segera mengambil kesepakatan  dalam hal upah minimun kabupaten.

"Kepada pengusaha-pengusaha yang mampu melaksanakan surat keputusan Gubernur ya silakan melaksanakan sebagai bagian rujukan. Sementara sambil menunggu pembicaraan negosiasi yang terus menerus akan kita lakukan," ujar Muhaimin di kantornya, Jumat 27 Januari 2012.

Sementara itu juga, Bupati diharapkan segera mengundang dewan pengupah daerah agar tidak ada kevakuman di dalam pelaksanaan upah minimum kabupaten. Dalam hal ini bupati, kata Muhaimin, segera menerapkan upah minimum kabupaten dengan sementara mengacu kepada pengusaha yang mampu melaksanakan UMK bersadarkan surat keputusan gubernur.

Dikatakan Muhaimin, tetapi bagi pengusaha yang tidak mampu menjalankan, diharapkan membicarakan bipartit (antara pengusaha dan Buruh) secara intensif. "Karena itu kita harapkan pembicaraan kedua belah pihak lebih mengutamakan dialog, karena dialoglah yang menjadi solusi lebih baik dibanding dengan langkah-langkah lain yang akan khawatir berakibat politik yang tidak menguntungkan semua pihak," kata dia.

Seperti diketahui, Aksi "Buruh Bekasi Bergerak" ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan buruh atas dikabulkannya gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung terhadap UMK di Kabupaten Bekasi. Artinya, berdasarkan putusan PTUN Bandung itu, tuntutan UMK baru di Kabupaten Bekasi sebesar Rp1,491 juta per bulan, dibatalkan.

Terkait aksi pemblokiran jalan, Kapolda Metro jaya, Inspektur Jenderal Untung S. Rajab, mengancam akan melakukan pembubaran paksa bila aksi buruh yang menutup ruas tol Jakarta-Cikampek terus berlangsung.

"Kalau mau unjuk rasa harus sesuai dengan aturan hukum, ya wajar saja jalan itu kan haknya masyarakat," kata Untung di Jakarta, Jumat 27 Januari 2012.

Menurutnya aksi itu dapat menimbulkan anarkisme yang memicu kekacauan. "Ini menjurus kepada anarkisme, negara ini kan negara kita semua. Jadi kalau dipaksa perusahaan gulung tikar nanti malah tambah susah semuanya," ujarnya. (umi)

sumber :http://metro.vivanews.com/news/read/283459-demo-buruh-bekasi--ini-imbauan-muhaimin

Kamis, 29 Maret 2012

prilaku keorganisasian

1. Organisasi

Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
dengan pola tertentu  yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya suatu konflik dalam sebuah organisasi yang dikarenakan oleh adanya ketidakselarasan tujuan, perbedaan interpretasi fakta, ketidaksepahaman yang disebabkan oleh ekspektasi perilaku dan sebagainya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi organisasi menurut beberapa ahli :

# ROSENZWEIG
Organisasi dapat dipandang sebagai :
  • Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok
  • Integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
  • Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama
# MATTHIAS AROEF
Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya

# PFIFFNER dan SHERWOOD
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis


# BAKKE
Organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan


# ALLEN
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.

2. prilaku individu
Karakteristik individu dalam organisasi antara lain :
  •  Karakteristik Biografis
      1. Umur
      2. Jenis kelamin
      3. Status kawin
      4. Masa kerja
  • Kemampuan
      1. Kemampuan Fisik
      2. Kemampuan Intelektual
  • Kepribadian
  • Proses belajar
  • Persepsi
  • Sikap
  • Kepuasan kerja
Perilaku Individu dalam organisasi antara lain :
  • Produktifitas kerja
  • Kepuasan kerja
  • Tingkat absensi
  • Tingkat turnover

3. interpersonal
Howard Gardner (1993) mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.
Seperti janji saya pada postingan yang lalu (jika belum baca silakan baca disini), saya akan membahas tentang Kecerdasan Interpersonal, yang mana pada postingan ini hanya definisi/pengertian Kecerdasan Interpersonal saja yang akan saya uraikan, langsung saja:

Pengertian Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok.
Kecerdasan  interpersonal juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.

kecerdasan interpersonal

Kecerdasan Interpersonal ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.

Rabu, 28 Maret 2012

tugas softskill pajak


M HADI PRASETYO K
14210126
2EA19


BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pajak merupakan salah satu pemasukan kas Negara yang digunakan untuk pembangunan dengan tujuan akhir kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dan karena dari itu wajib pajak wajib membayarkan demi kelangusngan pembanguan negara.

1.2 Rumusan Masalah
Yang menjadi pokok permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Pengertian pajak itu sendiri seperti apa?
  2. Pengertian NPWP dan fungsi NPWP ?
  3. Perbedaan hukum pajak normal dengan hukum pajak materiil?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan tujuan memberi pengetahuan bagi pembaca tentang pajak terutama di Indonesia dan bisa menjadi referensi bagi pihak yang berkepentingan.




BAB II

PEMBAHASAN




a. pengertian pajak
“pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat persentasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan.”

Dalam definisi tersebut lebih memfokuskan kepada fungsi budgeter dari pajak, sedangkan pajak masih memiliki fungsi lain yaitu mengatur. Pajak dapat dibedakan dari macam ragamnya, yaitu dari segi ekonomi, segi hukum, segi sosiologi, segi dari segi lainnya.

Dari pengertian tersebut berarti pajak memiliki ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak yaitu :
ü  Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta aturan pelaksanaan yang bersifat memaksa.
ü  Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi individual oleh pemerintah.
ü  Pajak dipungut oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
ü  Pajak diperuntukan bagi pengeluara-pengeluaran pemerintah, yang bila dari pemasukannya masih terdapat surplus, dan dipergunakan untuk membiayai public investment.
ü  Pajak selain memiliki fungsi budgeter juga mempunyai tujuan yaitu mengatur.

b. pengertian nomor pokok wajib pajak
            Pengertian nomor pokok wajib pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri arau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Oleh karena itu kepada setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP dan berfungsi sebagai :
Ø  Sebagai tanda pengenal diri wajib pajak atau identitas wajib pajak.
Ø  Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan adminstrasi perpajakan.

Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan subjek pajak dalam undangundang pajak penghasilan tahun 2008.
Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan penghasilan dan perubahannya.
Dengan demikian, kewajiban untuk memiliki NPWP melekat pada setiap wajib pajak yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif. Sebagaimana tertuang dalam pasal 2 ayat (4a) undang-undang KUP bahwa kewajiban perpajakan bagi wajib pajak yang diterbitkan nomor pokok wajib pajak atau yang dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak secara jabatan dimulai sejak saat wajib pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objekif.

c. Hukum pajak formal dan hukum pajak materii
            Hukum pajak mengatur hubungan antara pemerintah (fiskus) selaku pungutan pajak dengan wajib pajak. Apabila memperhatikan materinya, hukum pajak dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
Ø  Hukum pajak materiil
Memuat norma-norma yang menerangkan keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenakan pajak (objek objek), siapa yang dikenakan pajak (subjek), berapa besar pajak yang dikenakan, segala sesuatu tentang timbul dan dihapusnya utang pajak, dan hubungan hukum antara pemerintah dan wajib pajak.
Ø  Hukum pajak formal
merupakan bentuk/tata cara untuk mewujudkan hukum pajak materiil menjadi kenyataan, hukum pajak ini memuat antara lain :
·         Tata cara penetapan utang pajak
·         Hak-hak fiskus untuk mengawasi wajib pajak mengenai keadaan, perbuatan, dan peristiwa yang dapat menimbulkan utang pajak
·         Kewajiban wajib pajak sebagai contoh penyelenggaraan pembukuan//pencatatan dan hak-hak wajib pajak mengajukan keberatan dan banding.



BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari materi yang telah diuraikan dalam pembahasan saya menarik kesimpulan, peraturan perpajakan sudah diatur dalam undang-undang dasar tahun 1945 yang telah mengalami beberapa kali amandemen sampai saat ini. Kemudian pajak juga merupakan iuran wajib warga Negara kepada pemerintah yang bisa disebut memaksa untuk menutupi pengeluaran rutin pemertintah.


DAFTAR PUSTAKA

Buku PERPAJAKAN INDONESIA edisi 10 buku 1 penerbit waluyo

Minggu, 04 Desember 2011


PENGERTIAN SHU (SISA HASIL USAHA) KOPERASI



Berikut ini diuraikan secara kompleks arti dari sisa hasil usaha dalam koperasi atau yang lebih dikenal dengan (SHU) koperasi. SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu. Lebih lanjut pembahasan mengenai pengertian koperasi bila ditinjau menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

- SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
- SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
- Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
- Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
- Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
- Semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

Dalam proses penghitungannya, nilai SHU anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
2. Bagian (persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. Jumlah simpanan per anggota
6. Omzet atau volume usaha per anggota
7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Rumus Pembagian SHU
MenurutUU No. 25/1992 pasal5 ayat1
• Mengatakan bahwa“pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Didalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, danasosial 5%, danapembangunanlingkungan 5%.
• Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Perumusan :
SHU = JUA + JMA, dimana
SHU = Va/Vuk . JUA + Sa/Tms . JMA
Dengan keterangan sebagai berikut :
§ SHU : sisa hasil usaha
§ JUA : jasa usaha anggota
§ JMA : jasa modal sendiri
§ Tms : total modal sendiri
§ Va : volume anggota
§ Vak : volume usaha total kepuasan
§ Sa : jumlah simpanan anggota






Pola Manajemen Koperasi

1.      Perencanaan
Perencanaan merupakan proses dasar dari manajemen. Dalam hal ini manajer memutuskan hal-hal yang harus dilakukan, tetapi sebelum itu dibutuhkan organisasi untuk perencanaan, baik organisasi kecil maupun besar. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat fleksibel, karena dalam berjalannya waktu situasi dan kondisipun dapat berubah sewaktu-waktu.

2.      Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur,pengelompokan, dan mengatur serta membagi tugas bagi para anggota dalam bekerja. Posisi dalam bekerja dari para anggotanya pun harus sesuai dengan keahlian dari anggota organisasi, agar tujuan dapat di capai sesuai dengan yang telah direncanakan.

3.      Struktur Organisasi
Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai masalah yang harus diselesaikan. Dan masalah yang paling sulit itu berasal dari dirinya sendiri yaitu berupa keterbatasan, seperti keterbatasan pengetahuan, kemampuan, bahkan mungkin daya tahan tubuh.
Maka dibutuhkan struktur organisasi yang sesuai dengan kemampuan, bentuk usaha, volume usaha, maupun luas pemasaran produk. Karena semua bentuk organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan.
4.      Pengarahan

Pengaraha merupakan fungsi menejemen yang terpenting karena masing-masing orang dalam suatu organisasi memiliki kepentingannya masing-masing. Untuk itu pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkan dengan baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

5.      Pengawasan
Pengawasan merupakan sistem untuk membuat segala kegiatan perusahaan dapat berjalan sesuai rencana.
Proses ini dapat dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu:
  • menetapkan standar
  • membandingkan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan standar yang telah ditetapkan
  • mengukur penyimpanan-penyimpana yang terjadi, lalu mengambil tindakan evaluasi jika diperlukan.