Sabtu, 26 Mei 2012

lirik lagu *forza milan! milan champione*

FORZA MILAN! MILAN CHAMPIONE-

Forza Milan! Milan Campione!
Forza Milan il Milan ole…
Forza Milan! Vinci per noi!
Forza Milan la Sud e con te!

Ale.. ale.. ale.. ale

Forza Milan.. ale.. ale..
Forza Milan il Milan ale
Forza Milan Milano e con te

Sono sempre al tuo fianco
Lo di te non mi stanco
Sei la cosa piu bell ache c’e

Perche il Milan e forte ale…
Perche il Milan e forte ale…

Vinciamo vinciamo..
Vinciamo perche

E forte il nostro Milan
Cantiamo cantiamo
Cantiamo perche

E il nostro grande amor!

Kamis, 19 April 2012

TEORI KEPEMIMPINAN (KEORGANISASIAN)

1. MODEL KEPEMIMPIMANAN KONTINGENSI

Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin, tingkah lakunya dan variabel-variabel situasional. Kalau model kepemimpinan situasional berasumsi bahwa situasi yang berbeda membutuhkan tipe kepemimpinan yang berbeda, maka model kepemimpinan kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas, yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi atau variabel situasional dengan watak atau tingkah laku dan kriteria kinerja pemimpin (Hoy and Miskel 1987).

Model kepemimpinan Fiedler (1967) disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya.

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor tersebut adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan kekuatan posisi (position power). 


Menurut House, tingkah laku pemimpin dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok: 



Supportive leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat), directive leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur dan petunjuk yang ada), participative leadership (konsultasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan) dan achievement-oriented leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya kinerja yang memuaskan).

2. TEORI KEPEMIMPINAN VROOM AND YETTON

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat, yaitu mitos the Birthright, the For All – Seasons , dan the Intensity. 
- Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan.

Mitos the For All – Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil.

Mitos the Intensity berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras.




Secara umum atribut personal atau karakter yang harus ada atau melekat pada diri seorang pemimpin adalah:
1.      Mumpuni, artinya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih balk daripada orang-orang yang dipimpinnya,
2.       Juara, artinya memiliki prestasi balk akademik maupun non akademik yang lebih baik dibanding orang-orang yang dipimpinnya,
3.      Tangungjawab, artinya memiliki kemampuan dan kemauan bertanggungjawab yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang dipimpinnya,
4.      Aktif, artinya memiliki kemampuan dan kemauan berpartisipasi sosial dan melakukan sosialisasi secara aktif lebih balk dibanding oramg-orang yang dipimpinnya, dan
5.      Walaupun tidak harus, sebaiknya memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi.


3. PATH GOAL THEORY
Dasar teori ini adalah bahwa merupakan tugas pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yang di butuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Istilah path goal ini dating dari keyakinan bahwa pemimpin yang efektif memperjelas jalur untuk membantu anggotanya dari awal sampai ke pencapaian tujuan mereka, dan menciptakan penelusuran di sepanjang jalur yang lebih mudah dengan mengurangi hambatan dan pitfalls


Model path goal menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar
1.      Fungsi pertama : memberi kejelasan alur
2.      Fungsi kedua : meningkatkan jumlah hasil  bawahannya

Empat perbedaan gaya kepemimpinan dijelaskan dalam model path-goal sebagai berikut
1.         Kepemimpinan Pengarah ( Directive Leadership )
Pemimpinan memberitahukan kepada bawahan apa yang diharapkan dari mereka, memberitahukan jadwal kerja yang harus disesuaikan dan standar kerja, serta memberikan bimbingan/arahan secara spesifik tentang cara-cara menyelesaikan tugas tersebut, termasuk di dalamnya aspek perencanaan, organisasi, koordinasi dan pengawasan.
2.      Kepemimpinan Pendukung ( Supportive Leadership )
Pemimpin bersifat ramah dan menunjukkan kepedulian akan kebutuhan bawahan. Ia juga memperlakukan semua bawahan sama dan menunjukkan tentang keberadaan mereka, status, dan kebutuhan-kebutuhan pribadi, sebagai usaha untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang menyenangkan di antara anggota kelompok
3.      Kepemimpinan partisipatif ( Participative Leadership )
Pemimpin partisipatif berkonsultasi dengan bawahan dan menggunakan saran-saran dan ide mereka sebelum mengambil suatu keputusan. Kepemimpinan partisipatif dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan.
4.      Kepemimpinan Berorientasi Prestasi ( Achievement Oriented Leadership )
Gaya kepemimpinan dimana pemimpin menetapkan tujuan yang menantang dan mengharapkan bawahan untuk berprestasi semaksimal mungkin serta terus menerus mencari pengembangan prestasi dalam proses pencapaian tujuan tersebut.
Model path-goal menjelaskan bagaimana seorang pimpinan dapat memudahkan bawahan melaksanakan tugas dengan menunjukkan bagaimana prestasi mereka dapat digunakan sebagai alat mencapai hasil yang mereka inginkan. Teori Pengharapan (Expectancy Theory) menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku individu dipengaruhi oleh hubungan antara usaha dan prestasi (path-goal) dengan valensi dari hasil (goal attractiveness). 

CONTOH KASUS SONY


Sony mengalami beberapa masalah belakangan ini, menyusul adanya gempa bumi yang menimbulkan tsunami yang melanda Jepang. mengatakan memangkas 1000 pekerja di seluruh dunia dan menutup beberapa pabrik. Langkah itu terpaksa dilakukan Sony dalam menghadapi anjloknya permintaan produk baru elektronik di tengah krisis keuangan global.
Sony mengatakan akan memangkas 10 persen pabrik manufaktur, memotong investasi bisnis elektronik sekitar 30 persen dan mengurangi atau menarik diri dari area yang tidak membukukan keuntungan.
Sony, korporasi raksasa Jepang ternama, akan memangkas karyawan lima persen dari total 160.000 karyawan dalam bisnis elektronik global. Sony juga mengurangi jumlah pekerja musiman dan temporer.

ANALISIS
Jadi menurut saya masalah sony ini masuk ke dalam teori kontingensi karena kinerja kelompok yang efektif tergantung pada perpaduan yang memadai antara gaya interkasi pemimpin dengan bawahannya.

dan tindakan sony untuk memPHK 1000 tenaga kerjanya yang ada didunia menurut pendapat saya sangat tidak setuju harusnya sony sendiri bisa lebih berfikir jauh apa yang terjadi jika mereka memPHK 1000 bahkan lebih tenaga kerjanya..

ada beberapa alternatif selain memPHK 1000 tenaga kerjanya antara lain :
1. sony bisa lebih berinovasi dalam mengeluarkan produknya.
2. bisa mengurangi bahan baku pembuatan produk.
3. sony sendiri harus bisa malihat peluang dipasar bebas atau yang sedang buming dipasaran.
4. direktur pusat dari sony harus bisa membuat percaya seluruh investor atau sony haus mencari investor agar tidak kekurangan dana.
5. sony harus lebih bijak dalam mengambil keputusan tanpa harus PHK karyawan .
6. direktur utama atau cabang harus bisa mengendalikan karyawannya agar bisa sesuai target yang diinginkan sony.
7. semua perusahaan sony didunia harus mempromosikan produknya dengan lebih kreatif lagi.

mungkin dengan cara begitu sony tidak perlu lagi memPHK tenaga kerjanya .

Rabu, 18 April 2012

SANG PELANTUN PUISI

Ada lubang memilu hari,
ada celah meringis sepi,

dengarlah secarik kertas bernyanyi,
mengeja kata dan sajak yang kau kagumi.

Resapi hingga kau terpenuhi dalam kosong yang menghimpit,

dan kau teriakkan kala sendiri mencoba mengintip,

bahagialah saat kau ucapkan dengan bibir manis merekah,
tersenyumlah ketika mulut mengumbar lantunan diksi dengan indah.

Karena pujangga bukan hanya melahirkan lirik lagu sanubari,

tapi juga yang menyanyikan sajak-sajak hati yang memikul batin dengan merdunya.

Teruslah berdawai,

teruslah bernyanyi,

buat sang malam tertidur mendengar suaramu,
hingga pagi terbangun karena merdu nyanyianmu.

Wahai pelantun puisi,

kami selalu disini menanti dirimu.

CUKUP!


Andai aku bisa mengatakan cinta padanya.

Tapi sulitnya mengeja cinta ketika sampai diujung lidah,

sulitnya mengeluarkan suara saat menatap wajahnya,

untuk sekedar bilang 'aku sayang kamu',

untuk sekedar selalu bersamanya,
atau mungkin hanya berbicara sepatah dua kata dengannya.

Selalu bersembunyi dibalik dinding.

kadang sesekali mengintip dirinya berbicara pada bunga-bunga yang tak lebih indah daripada senyumannya,
bermain bersama angin yang tak lebih sejuk dari genggamannya.

Aku tahu aku sedang jatuh cinta,
tapi aku hanya tak tahu bagaimana mengungkapkannya.

Mungkin ini hanya sesaat,
tapi ini terlalu menyesakkan.

Selalu kututupi rasa ini, hingga menjadi bangkai dan kututupi baunya hingga ku menjadi mual.

Aku muak!

Aku sudah tak tahan! 

Biar dunia tahu, biar kekasihmu tahu, biar tiap-tiap orang tahu bahwa aku mencintaimu.

UJIAN NASIONAL / UN?

Pilihan itu ditanganmu murid-murid kelas XII SMA!

Hha terlalu klise ya?

Awalnya ketika masuk kelas XII terbayang-bayang tentang UN didepan mata,
seperti tatapan hewan buas yang siap menerkam.

Paradigma dan asumsi itu muncul karena pers media mengumbar kejelekan dan kebobrokan penyelenggaraan UN, serta kekhawatiran orang tua dan guru jika murid atau anak mereka tersebut gagal dalam UN.

Tapi UN tak begitu menakutkan,
percaya deh hha.

Seperti try out (bagi murid yang benar-benar serius TO), hanya masalahnya tekanan yang besar dari pihak sekolah dan orang tua yang menjadikan kalian merasakan kesulitan dan hambatan saat mengerjakan soal UN!

Tapi sekarang bagaimana caranya menangani tekanan itu, agar tidak berdampak pada psikis dan mental kalian?

Hanya satu,
yaitu camkan dari hati terdalam kalian bahwa UN tak lebih sulit dari TO! Hhaha

mudah kan?
Hmm..
Mungkin kalian berharap ada solusi dan cara yang lebih ilmiah dan teruji.

Sayang saya bukan peneliti dan psikolog,
tapi saya adalah peserta UN yang lolos dari jeratannya hha.

Jadi saya memberi solusi apa yang saya rasakan saat melewati ujian harga mati tersebut,
dan percaya atau tidak saya berhasil kan? (walau dengan bantuan sedikit hhaha)

memang sulit,
sayapun merasakannya!
Mencoba menghilangkan rasa 'takut gagal' itu. Tapi saya tidak terlalu memikirkan bagaimana orang-orang meminta UN dihilangkan, sibuk mencari kelemahan UN dan tidak efektifnya UN bagi pelajar. Dengan membuang waktu karena itu toh tetap saja akhirnya kita juga yang menjadi korban dari sistem tersebut? Jadi buat apa berpikir keras bagaimana menghilangkan UN tapi coba berpikir bagaimana caranya lolos dari jebakannya.

Kembali ke solusi yang saya tawarkan dengan menganggap UN tak lebih sulit dari TO sekali lagi itu kenyataan kan hha,

program sekolah yang menyajikan TO-TO mandiri, bekerjasama dari pihak swasta serta dari pemerintah tak terhitung jumlahnya, ditambah dari TO bimbel.

Seharusnya UN mudah bagi pelajar,

tapi masalah mental yang jadi masalah!

Kuatkan hati kalian, jangan dengarkan mereka meracau tentang harga mati, jangan pikirkan tentang kegagalan tapi bayangkan bagaimana ketika kalian berhasil melewatinya.

Hmm...
Rasanya luar biasa!
Hhahaha sumpah!

SEPUCUK SURAT UNTUK LANGIT

Namaku Rama Putra Kartanegara, aku adalah direktur utama perusahaan dagang intercorp internasional yang setiap tahun memperoleh pendapatan sebesar 11 milyar rupiah, dengan sekitar 5000 karyawan diseluruh dunia. tapi semua ini bukanlah kekayaan yang nyata, ini semua adalah semu. semua ini kudapat dengan seluruh keringat yang jatuh dari tubuh yang tak pernah henti-hentinya berusaha dan hati yang tak pernah henti-hentinya berdoa.
semua bisa kudapat karena seorang yang luar biasa, yang selalu mendukungku dari belakang dan setiap saat menuntunku menuju hari masa depan yang samar. Tapi sekarang dia sedang sekarat, bergulat dengan ranjang bertuliskan "Ivan Putra Kartanegara" dan bertarung melawan malaikat maut di antara kehidupan dan kematian. Dialah kakakku yang terbujur kaku dan terdiam bisu ditempat tidur National Cancer Center Hospital di Jepang salah satu rumah sakit terbaik dalam hal penyakit kanker. Benar, kakakku menderita penyakit kanker paru-paru stadium akhir, yang sudah tidak punya kesempatan untuk melihat dunia lebih lama lagi. Dokter memperkirakan hidupnya tak lebih lama dari 1 bulan. Aku tak bisa berbuat apa-apa dengan segala hal yang kupunya ini, kekayaan, kekuasaan dan segala yang aku miliki tak bisa membuat kakak bisa sembuh dan selamat, ataupun membuatnya hidup lebih lama untuk merasakan hasil jerih payah yang selama ini kita gapai bersama. Apa yang saat ini bisa aku lakukan hanyalah tersenyum, karena itu yang kakak minta padaku, padahal hati ini terus menangis tanpa henti. Kakak selalu bilang "dik, tersenyumlah walau hatimu sakit, karena dengan tersenyum segala air mata di hatimu akan menjadi air yang paling sejuk ketika kau berada di surga", itulah yang membuat aku menjadi pribadi yang selalu tersenyum walaupun hidup yang kami jalani berat, itu karena kakak.

Pernah setiap malam kakak bercerita tentang masa lalu ketika kami berdua masih kecil. Aku sering menangis ketika mendengar suara lolongan anjing disaat malam, di desaku lolongan anjing berarti pertanda bahwa ada roh yang bergentayangan sedang mencari tumbal, aku selalu memeluk badan kakak yang kurus kerontang dengan nafasnya yang berat serta genggaman tangannya yang besar memeluk seluruh badanku yang kecil. Ya, tak ada yang dapat kupeluk selain tubuh kakak yang hangat karena ketika aku berumur 1 tahun ayah dan ibu telah menghadap yang kuasa. Ayah dan ibu meninggal karena bencana banjir yang melanda desa batu sari sekitar 25 tahun yang lalu, ketika itu kakak baru berumur 6 tahun, anak yang sudah harus menanggung cobaan yang berat di pundaknya yang kecil.
Kakak selalu bilang bahwa longlongan anjing itu karena induk anjing sedang memanggil anaknya karena hari sudah malam. Lalu dia melanjutkannya "dik kalau sudah malam jangan pergi jauh-jauh nanti dicari sama ibu anjing, memang dibawa sama ibu anjing??". ketika itu aku percaya apa yang dikatakan kakak dan selalu pulang tepat waktu sehabis main bersama temanku. Tapi aku tahu itu hanya cara kakak agar aku tidak terlalu larut pulang kerumahku yang seperti kandang domba dan hampir roboh yang disampingnya terdapat makam ayah dan ibu, serta di belakangnya ada sawah yang digarap kakak dibantu oleh paman bayu.

Malam itu ketika kakak bercerita tentang masa lalu, aku seperti menaiki mesin waktu yang membawaku ke masa dimana semua ini berawal, dimana semua perjuangan orang yang paling kuhormati dan paling luar biasa dalam hidupku dimulai bersama dengan langit malam yang mengusir awan hitam hingga cahaya rembulan dan bintang menerangi wajahnya yang damai.

Malam dimana kakak bercerita tentang masa lalu yang penuh bunga-bunga kenangan kebahagiaan dan tak terhitung duri-duri kesedihan yang pernah terjadi selama perjalanan hidup kami. Malam itu kakak seperti manusia yang mendapatkan semangat baru dalam hidupnya padahal hidupnya sudah tidak lama lagi, mungkin Tuhan memberikan kekuatan bagi kakak untuk mencicipi kebahagiaan di saat akhir yang tak pernah ia dapatkan disepanjang hidupnya. Walaupun kakak tak pernah tahu apa penyakit yang menimpa dirinya. Benar, selama ini aku merahasiakan tentang ini semua, pernah ketika itu kakak menanyakan kepadaku tentang penyakitnya dan aku hanya tersenyum dan menjawab "kakak hanya terserang demam berdarah, jadi kakak harus dirawat disini untuk beberapa waktu", kakak tidak pernah tahu bahwa tempat dimana dia dirawat adalah rumah sakit khusus untuk menangani penyakit kanker, karena kakak tidak bisa membaca bahkan dia tidak pernah mengenyam pendidikan sekalipun. kami semua merahasiakannya karena aku tidak ingin kakak menjadi terpukul tentang keadaannya, aku tidak ingin melihat kakak bersedih lagi, aku tidak ingin melihat kakak menjadi seorang yang kehilangan semangat hidup karena dia tahu kapan dia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Aku tidak mau di sisa hidupnya dia meratapi kematian tanpa merasakan kebahagiaan yang telah ada didepan mata, aku ingin dia merasakan secuil kegembiraan yang tak pernah dia dapatkan seumur hidupnya.

Suara kakak yang lembut menyadarkan aku dari pelamunanku yang cukup lama, cerita kakak semakin besemangat ketika meracau tentang  hari pertama aku bersekolah di sekolah dasar negeri Batu Ampar. Aku duduk dibangku kelas satu yang terdiri dari sekitar empat puluh murid. Hari itu kakak mengantarkan aku menggunakan sepeda kumbang sepeninggal ayah dahulu, dengan rantai yang kering menimbulkan suara yang memecah sunyi pagi. Kakak bersemangat sekali mengayuh sepedanya, entah sudah berapa jauh dia mengayuh tanpa memperlambat kecepatannya. Jarak antara rumahku ke sekolah bisa dibilang sangat jauh karena harus melewati dua desa untuk mencapainya, karena di desa kami tidak ada sekolah dan tempat pendidikan lainnya.

Kakak selalu bilang bahwa sekolah itu adalah awal bagi cita-cita yang tak bisa digapai hanya dengan sebuah mimpi tapi dengan kemauan yang keras dan usaha yang gigih. aku tak pernah tahu bahwa kakak menyimpan keinginan untuk bersekolah juga, kutahu itu semua ketika kakak sedang bercakap dengan paman bayu ketika sedang beristirahat selesai menggarap sawah. "van, mengapa kau tidak bersekolah bersama adikmu itu? masa depanmu itu masih panjang, janganlah kau menjadi seperti pamanmu ini yang hanya kuli penggarap sawah" kata paman bayu, lalu kakak menjawab dengan sedikit senyum "paman, kalau aku tidak bekerja menggarap sawah, menjadi kuli panggul dipasar, dan bekerja untuk koh a kiong maka tak ada salah satu dari saya maupun Rama yang bisa merasakan nikmatnya udara sekolah, biarlah rama yang merasakan itu semua daripada diantara kami tak ada yang dapat menghirupnya?" paman bayu menyambung "tapi bagaimana dengan dirimu apakah kau tidak ingin merasakan sekolah juga?", kakak lalu menjawab dengan mengangkat wajahnya memandang langit "cita-cita saya sejak dulu adalah merasakan bangku sekolah, tapi sekarang cita-cita saya adalah menyekolahkan Rama sampai ia masuk universitas biarpun saya harus seperti ini, saya tidak ingin melihat Rama jatuh ke jurang dalam kebodohan dan tak bisa kembali untuk melanjutkan sisa hidupnya. biarlah saya yang menjadi batu pijakan baginya hingga ia bisa melompat ketempat yang tak pernah bisa saya gapai".

Saat mendengar itu semua mulutku terkunci tak bisa berucap, tanganku gemetar, dan tubuhku terbujur kaku tak bisa bergerak. aku hanya bisa berkata didalam hati "aku akan membuat kakak bangga dan membuat kakak selalu tersenyum sepanjang hidupnya".
kenangan itu yang menjadikan diriku seorang yang tak pernah putus asa untuk mendapatkan yang terbaik bagi kakakku, hingga aku menjadi seperti ini.

Ini semua karenamu sang mentari yang memberi sinar kehidupan, sang bintang yang memberi cahaya penuh kedamaian sepanjang masa. malam semakin larut tapi kakak belum juga menutup matanya dia semakin bersemangat lagi ketika bercerita tentang masa lalu kami yang setiap harinya dia ingat sebagai kehidupan yang penuh derita, penuh kesedihan, dan penuh perjuangan. Tapi semua itu tak menyurutkan semangatnya untuk berbuat yang terbaik yang bisa beliau berikan, "hiduplah dengan rasa syukur, karena tanpa rasa syukur takkan ada kekurangan yang tak dapat kita terima dan itu hanya menjadikan ini hidup penuh dengan derita" itulah kata-kata yang pernah diucapkan kakak padaku ketika aku mengeluh tentang pakaian sekolahku yang tak sebagus murid-murid lainnya. Dan kini aku selalu mensyukuri segala kekurangan dalam hidupku hingga aku menjadi orang yang serba berkecukupan saat ini.

Kakakku aku akan selalu menjagamu hingga kau memejamkan mata untuk dunia ini, hingga kau melepas segala beban hidup ini, dan menuju tempat dimana seharusnya tempat kau berada disamping sisi-NYA dalam surga keabadian.

Doa yang telah kupanjatkan untuk kakak hampir membuat tubuh ini tak kuat menahan kantuk yang mendera, membuat mata ini seperti tertimpa gunung yang menjadikan kelopak mata ini ingin tertutup dan membuat pikiran ini lelah karena telah bekerja seharian penuh mengawasi kerja dari pegawai-pegawai perusahaan yang tak pernah tidur. Tapi hati ini tak bisa berhenti tuk terus terbangun menemani kakak yang tak henti-hentinya bercerita tentang masa lalu kami. Seakan malam itu malam terakhirku bersama kakak. Kakak mulai melanjutkan ceritanya sepanjang malam yang sangat sunyi sekali bahkan tidak ada suara jangkrik yang terdengar ataupun suara binatang malam yang memecah sepinya langit yang gelap, seakan semua yang hadir malam ini menghormati kakak yang terbaring menceritakan kisah yang tak akan pernah mati.

Kakak melanjutkan ceritanya saat dimana aku mulai masuk SMPN 1 Karang Batu diaerah Karawang tengah, aku berhasil menyingkirkan sekitar seribu calon murid, karena sekolah itu salah satu sekolah yang prestisius se Kabupaten Karawang. Aku masuk sebagai murid rujukan dari SD ku karena aku lulus sebagai lulusan terbaik diatas nilai rata-rata. Pada awalnya aku tidak setuju tuk meneruskan sekolah di SMPN 1 karawang tengah, aku lebih memilih melanjutkan sekolah di SMPN Batu Ampar karena masalah biaya yang tak mungkin kakak tanggung. Tapi kakak meyakinan aku tuk menerima kesempatan dari SMPN 1 Karawang Tengah. Aku tahu kakak tidak punya cukup biaya tuk menyekolahkanku di sekolah elit tersebut dimana rata-rata muridnya adalah anak pengusaha dan pejabat yang kaya raya. Tapi kakak pernah bilang padaku "dik kamu jangan takut kakak tak sanggup membiayai sekolah kamu, mungkin kakak bukan lah pejabat dan pengusaha yang bergaji besar dan sanggup membiayai sekolah anaknya berapapun bayarannya, tetapi kakak berjanji untuk membiayaimu karena kakak percaya kerja keras kakak dan perjuangan kakak untuk mencari uang adalah pekerjaan yang nyata dan halal. Biarlah sedikit demi sedikit kakak mengais uang asal kakak bisa mengumpulkannya lagi dan tercukupi semuanya dimana berkahnya akan kau rasakan kelak. Maka terimalah kesempatan ini dimana kakak tak akan pernah mendapatkannya walaupun kakak bisa hidup seratus tahun lagi".

Aku terdiam menitikkan air mata dan tanpa pikir panjang aku menerima tawaran tersebut, aku tidak ingin mengecewakan harapan kakak yang besar terhadapku, aku tidak mungkin melepas kesempatan langka ini.Iitulah awal aku menggapai cita-cita, awal aku mengerti tentang arti besar mengenyam pendidikan dari seorang buta huruf, dari seorang yang hanya bisa memimpikan bisa duduk dibangku sekolah mendapatkan haknya untuk menggapai sebutir impian. Dan aku mengingat peristiwa besar ini dengan "kesempatan seratus tahun".

Kamis, 12 April 2012

KEPEMIMPINAN SILVIO BERLUSCONI


Berlusconi dilahirkan dalam sebuah keluarga menengah-atas di Milano. Ayahnya, Luigi, bekerja di sebuah bank kecil, Banca Rasini, dan pada tahun 1960-an ia menjadi manajer umum bank itu sebelum pensiun. Silvio adalah anak pertama dari tiga bersaudara; saudaranya adalah Maria Antonietta Berlusconi (lahir 1943) dan Paolo Berlusconi (lahir 1949), keduanya kini merupakan wiraswastawan. Silvio sangat bangga bahwa ayahnya memulai kariernya di Banca Rasini sebagai seorang pegawai dan pensiun sebagai manajer umumnya. Para hakim Palermo mengindikasikan bahwa Banca Rasini adalah satu di antara bank-bank yang dipergunakan oleh mafia untuk mencuci uang, menurut wawancara dengan Michele Sindona oleh Nick Tosches.
Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya di sebuah perguruan Salesian, yang ditempuhnya sambil bekerja sebagai pelayan restoran yang menyanyi, ia kemudian belajar hukum di Università Statale di Milano, lulus cum laude dengan tesis tentang aspek-aspek hukum periklanan pada 1961. Berlusconi tidak memasuki dinas militer selama setahun di ketentaraan yang merupakan kewajiban pada saat itu.
Ia tampaknya seperti ditakdirkan hidup untuk berbisnis. Sebagai generasi muda, Berlusconi mengenakan tarif masuk untuk pertunjukkan boneka. Di sekolah menengah, ia mengerjakan pekerjaan rumah untuk siswa lainnya yang kemudian dibayar menurut kualitasnya, yaitu naskah bernilai tinggi diberikan harga tinggi, sedang untuk naskah yang kurang sukses digratiskan.
Ketika belajar ilmu hukum di Universitas Milan, ia membayar uang kuliahnya dengan menjual vacuum cleaner, foto event-event sosial, dan membooking band suksesnya di kapal pesiar musim kemarau. Di universitas tersebut, Berlusconi berteman dengan Bettino Craxi. Ia menyelesaikan studinya pada usia 25 tahun dan ditawarkan sebuah posisi di bank oleh ayahnya yang juga bekerja di bank tetapi menolak. Yang dilakukannya justru mengharapkan bank tersebut meminjamkan dana untuk membiayai perusahaan konstruksi bernama Edilnord.
KARIR BISNIS
Karier bisnis Berlusconi dimulai dalam bisnis konstruksi pada tahun 1960-an. Ia mendirikan Edilnord pada tahun 1962 hingga menjadi perusahaan pengembang real estat yang sukses. Tahun 1969, Berlusconi membangun seluruh bagian utara kota Milano dengan memberikan nama Milano 2 yang pada akhirnya dihuni oleh sepuluh ribu orang. Mengakui khayalan masyarakat ideal dan terpesona pada “Utopia” More, ia berencana membangun kota sempurna. Tahun 1974, ia memperluas kerajaan bisnisnya dengan mendirikan Telemilano, yaitu sebuah stasiun televisi kabel yang melayani Milano 2.
KARIR POLITIK
Turun kelapangan
Pada awal tahun 1990-an, dua partai terbesar Italia, Kristen Demokrat (Democrazia Cristiana) dan Partai Sosialis (Partito Socialista Italiano) kehilangan kekuatan pemilih mereka karena sejumlah tuduhan hukum karena korupsi oleh sebagian anggota utama mereka(lihat skandal Mani Pulite). Hal ini menyebabkan dugaan bahwa pemilihan akan dimenangkan oleh Partai Demokratis Kiri, (sebelumnya bernama Partai Komunis Italia dan partai oposisi utama) dan sekutu-sekutu mereka dari koalisi Progresif, kecuali ada alternatif yang kuat: Berlusconi secara terbuka mengumumkan pada 26 Januari 1994 keputusannya untuk terjun ke dalam politik ("Turun ke lapangan", begitu kata-katanya) dengan platform yang dipusatkan pada upaya untuk mengalahkan komunisme. Ini disebabkan karena hanya beberapa minggu sebelum ia memutuskan terjun ke politik, skandal Mani Pulite hampir saja mengakibatkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan baginya dan untuk para pemimpin eksekutif kelompoknya.
Kemenangan dalam pemilu 1994
Berlusconi mendirikan Forza Italia hanya dua bulan sebelum pemilu 1994; ia membentuk dua aliansi pemilihan terpisah, dengan Liga Utara di sekolah-sekolah tinggi Italia utara, dan dengan pasca-fasisAliansi Nasional di tengah dan di selatan. Dalam suatu langkah yang pragmatis, ia tidak mengadakan persekutuan dengan Aliansi Nasional di Utara, karena Liga tidak menyukai mereka: Forza Italia kemudian bersekutu dengan kedua partai itu yang tidak bersekutu satu sama lain.
Berlusconi melakukan kampanye besar-besaran lewat iklan di ketiga jaringan TV-nya, dan ia memenangkan pemilu itu dengan Forza Italia menjadi partai yang menduduki peringkat pertama dengan 21% suara popular. Ia diangkat menjadi Perdana Menteri pada 1994, namun masa jabatannya singkat karena adanya berbagai kontradiksi di dalam koalisinya, antara Liga, sebuah partai regional dengan basis pemilih yang kuat di Italia utara, yang saat itu terombang-ambing antara posisi federalis dan separatis, dan Aliansi Nasional, sebuah partai nasionalis yang saat itu baru saja membuang referensinya terhadap ideologi dan lambang-lambang fasis.

Kejatuhan pemerintahan Berlusconi I

Pada Desember 1994, Liga Utara meninggalkan koalisi itu dengan alas an bahwa perjanjian sebelum pemilu tidak ditepati, dan memaksa Berlusconi untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan tekanan mayoritas partainya ke sisi tengah-kiri. Koalisi partai-partai oposisi (kini mencakup pula Liga) menggantikannya. Pada 1996, koalisi sementara yang dibentuk oleh Liga Utara dan kiri-tengah digantikan, setelah sebuah pemilu baru, dengan sebuah pemerintahan kiri-tengah (tanpa Liga) yang dipimpin oleh Romano Prodi.

Kemenangan dalam pemilu 2001

Pada 2001 Berlusconi kembali bertarung sebagai pemimpin koalisi kanan-tengah Casa delle Libertà (Wisma Kemerdekaan) yang meliputi Alleanza Nazionale, UDC (Demokrat Kristen), Lega Nord (Liga Utara) dan partai-partai lainnya. Keberhasilannya menjadikannya sekali lagi Perdana Menteri, dengan koalisinya memenangkan 45,4% suara untuk Dewan Perwakilan (Majelis Rendah Italia), dan 42,5% untuk Senat (Majelis Tinggi Italia).

Pemilu-pemilu berikutnya

Casa delle Libertà kurang berhasil dalam pemilu local 2003 dibandingkan dengan pemilu nasional 2001, dan, seperti di banyak kelompok yang memerintah lainnya di Eropa, dalam pemilu 2004 untuk Parlemen Eropa, memperoleh 43,37% dukungan. Dukungan Forza Italia juga menurun dari 29,5% menjadi 21,0% (pada pemilu Eropa 1999 Forza Italia mendapatkan 25,2%). Sebagai akibat dari hasil-hasil pemilu ini, partai-partai koalisi lainnya, yang hasil pemilunya lebih menggembirakan, meminta dari Berlusconi dan Forza Italia pengaruh yang lebih besar dalam garis politik pemerintahan.
Kabinet Berlusconi III
Dalam pemilu lokal terakhir (3 April dan 4 April 2005), kelompok oposisi Uni (sebelumnya dikenal dengan nama Pohon Zaitun) dengan mudah memenangkan 12 dari 14 wilayah yang menyelenggarakan pemilu; Koalisi Berlusconi hanya bertahan di dua wilayah, (Lombardy dan Veneto). Dua partai, (UDC dan NPSI) meninggalkan pemerintahan Berlusconi. Karena itu Berlusconi menyerahkan kepadaPresiden pembubaran pemerintahannya pada 20 April 2005, setelah sebelumnya ia ragu-ragu. Pada 23 April ia membentuk suatu pemerintahan baru dengan sekutu-sekutu yang sama, namun dengan beberapa perubahan menteri dan program. Sebuah hal utama yang dituntut oleh UDC (dan sampai batas tertentu oleh AN) adalah mengurangi focus pada pengurangan pajak yang sebelumnya telah diberikan pemerintah, karena hal ini dianggap tidak sesuai dengan situasi keuangan Italia.
Pilihan Berlusconi telah banyak dikritik: departemen kesehatan, yang sebelumnya dijabat oleh Girolamo Sirchia, seorang dokter terkenal, diserahkannya kepada Francesco Storace, yang hanya beberapa minggu sebelumnya dikalahkan dalam pemilu regional di Latium. Langkah controversial lainnya adalah pengangkatan Giulio Tremonti sebagai Wakil Perdana Menteri. Tremonti hanya beberapa tahun sebelumnya menjabat Menteri Ekonomi, namun dipaksa mengundurkan diri. Ia sangat didukung oleh Liga Utara, namun ditentang oleh UDC dan AN.
Kebijakan
Ketika mendirikan partai Forza Italianya dan terjun ke dalam politik, Berlusconi menyatakan dukungannya untuk "kebebasan, individu, keluarga, usaha, tradisi Italia, tradisi Kristen dan cinta-kasih bagi orang-orang yang lemah ". Forza Italia dapat dianggap sebuah partai yang liberal dalam masalah-masalah ekonomi, meskipun acuan kepada liberalisme lebih umum pada tahun-tahun pertama perkembangan partai itu daripada sekarang. Sebagian orang menganggap Forza Italia sebuah partai yang populis. Namun, Forza Italia resmi bergabung dengan Partai Rakyat Eropa pada 1999, dan secara teoretis memilih untuk diidentifikasikan sebagai sebuah partai Demokratik Kristen. Demokrasi internal di dalam partai sangat rendah dan perbedaan pendapat internal praktis tidak ada. Tidak ada faksi atau arus yang dikenal di dalamnya. Saat ini tiga konvensi partai telah diselenggarakan dan semuanya memutuskan untuk mendukung Berlusconi, dan pemilihannya kembali dengan suara mutlak. Setiap orang di dalam perangkat partai ditunjuk oleh Berlusconi sendiri: karena semua alasan ini, lawan-lawan politiknya menyebut Forza Italia "partai plastik".
Sejumlah sekutu Berlusconi, khususnya Lega Nord (Liga Utara) mendesak agar diberlakukan kontrol yang ketat dalam imigrasi dan untuk mendapatkan dukungan mereka, Berlusconi harus melakukan sejumlah perubahan kebijakan. Berlusconi sendiri sebetulnya enggan melakukan kebijakan-kebijakan itu setegas apa yang diinginkan oleh sekutu-sekutunya. Meskipun demikian, sejumlah langkah telah diambil, namun akibatnya kontroversial. Pemerintah, setelah memperkenalkan undang-undang imigrasi yang kontroversial ("Bossi-Fini", dari kedua nama pemimpin Lega Nord dan Alleanza Nazionale) berusaha mendapatkan kerja sama dari negara-negara Eropa dan Laut Tengah lainnya untuk menghadapi keadaan darurat karena besarnya jumlah imigran yang berusaha mencapai pantai-pantai Italia dengan menggunakan feri-feri tua dan yang terlalu padat serta kapal-kapal ikan, dengan mempertaruhkan (dan seringkali juga kehilangan) nyawa mereka.
Matt Frei dalam bukunya berjudul Italy The Unifished Revolution (1997) dan Martin Clark dalam bukunya yang berjudul Modern Italy 1871-1995 (1996) menyebutkan bahwa Berlusconi muncul pada saat rakyat Italia jenuh dan bosan dengan nama-nama seperti Liberal, Sosialis, Kristen Demokrat, atau Sosial Demokrat.
Tahun 1984, Berlusconi muncul dengan membawa partai baru bernama Forza Italia (Majulah Italia). Ia juga mengubah perusahannya menjadi partai dan menggerakkan para manajer di perusahaannya untuk turun ke lapangan melakukan kampanye politik. Para manajer perusahaannya juga dicalonkan menjadi anggota parlemen, meskipun mereka sama sekali belum pernah terjun ke panggung politik. Maka, muncullah para politisi dadakan, katrolan, dan politisi potong kompas. Sebelum terjun ke gelanggang mereka ditatar tentang seluk-beluk politik. Lahirlah bentuk baru politik, genre baru politik yang menyimpang dari perpolitikan Italia. Menurut sejarawan Inggris bernama EP Thompson, munculnya Berlusconi yang seorang raja media di saat partai-partai dan falsafah serta ideologi politik melahirkan bahasa baru dalam politik yang berdasarkan pada budaya televisi, bola, dan serba konsumsif. Dia juga pemilik klub sepak bola AC Milan dan tercatat salah satu orang terkaya di dunia menurut versi Majalah Forbes.
Keperibadian
Berlusconi dikagumi oleh sejumlah orang Italia karena sukses besarnya sebagai seorang pengusaha; mereka memujinya atas gagasan-gagasan yang mereka anggap inovatif dan semangat kewiraswastaannya. Namun lawan-lawannya menuding bahwa ia cenderung memusatkan kekuasaan pada diri pribadinya, dan hal ini tecermin dalam pengorganisasi partai Forza Italia. Lebih jauh, para kritikusnya seringkali menuduh sebagian besar sukses finansialnya pada hubungannya yang erat dengan para politikus yang belakangan terbukti korup (misalnya Bettino Craxi) atau bahkan terkait dengan Mafia. Kritik lainnya mengatakan bahwa ia terlalu reaktif terhadap serangan-serangan dari lawan-lawan politiknya. Hampir setiap orang setuju bahwa ia sangat peduli dengan penampilannya; pada Januari 2004, setelah spekulasi mendalam di media, ia mengakui bahwa ia telah menjalani operasi plastik.
Berlusconi selalu berusaha mempertahankan watak yang lembut, menyenangkan, dengan siapapun ia berbicara. Lawan-lawannya menanggapi ini sebagai kemunafikan, kaerna ia pun dapat menyampaikan pidato-pidato yang keras yang kadang-kadang cenderung mengandung kebencian, khususnya bila ia berbicara tentang kaum komunis. Ia terkenal karena sering menceritakan cerita-cerita lucu untuk menciptakan suasana yang santai, dan mencoba membuat setiap orang senang di hadapannya. Namun ia sangat berhati-hati untuk tidak menggunakan bahasa Italia yang tinggi, meskipun dengan sedikit aksen Milano, sementara para politisi sebelum 1992 cenderung berbicara dengan jargon yang sulit dimengerti.

sumber :